Custom Search

Inilah Detail Informasi Tentang Jual Beli Menurut Ajaran Agama Islam

Detail Informasi Tentang Jual Beli Menurut Ajaran Agama Islam

Jual beli adalah salah satu kegiatan yang hampir setiap harinya dilakukan oleh seseorang. Jual beli sendiri merupakan transaksi antara satu orang dengan orang lain yang berupa tukar menukar suatu barang maupun jasa berdasarkan tata cara yang tepat atau akad tertentu. Namun jika ditelaah lebih jauh lagi, pengertian jual beli dalam kehidupan sehari – hari ini dapat diartikan sebagai penukaran barang atau pun jasa dengan uang. Sementara itu penukaran barang atau jasa dengan barang yang tak lazim tidak bisa disebut dengan jual beli, tetapi disebut dengan barter.


Jual beli bisa terjadi dikarenakan adanya perbedaan kebutuhkan hidup seseorang. Misalnya saja, pada satu pihak mempunyai barang, tapi membutuhkan uang. Lalu pihak yang lainnya lagi mempunyai uang, tapi mereka membutuhkan barang tersebut. Nah, akhirnya kedua belah pihak ini bisa mengadakan kerjasama diantara keduanya dalam bentuk jual beli, sehingga dengan kerjasama jual beli tersebut, maka kebutuhkan masing – masing kedua belah pihak bisa terpenuhi dengan baik.

Rukun Jual Beli Menurut Ajaran Agama Islam

Akabd atau ijab qabul


Rukun jual beli menurut Islam yang pertama ini adalah Akad atau yang juga disebut dengan ijab qabul yang merupakan sebuah ikatan kata antara sih penjual dengan sih pembeli. Jual beli masih belum bisa dikatakan sah sebelum adanya ijab dan qabul tersebut dilakukan, karena memang ijab qabul ini menunjukkan kerelaan atau keridhaan. Ijab qabul bisa dilakukan dengan lisan atau pun tulisan. Ijab qabul dalam bentuk perkataan atau dalam bentuk perbuatan ini adalah saling memberi (menyerahkan barang dan menerima uang).

Terlepas dari hal tersebut menurut fatwa ulama Syafi’iyah menyatakan bahwa jual beli barang – barang yang kecil sekali pun juga harus ada ijab qabul, akan tetapi jika menurut Imam An-Nawawi dan ulama Muta’akhirin Syafi’iyah mengatakan bahwa tidak jadi masalah alias boleh dilakukan jual beli barang kecil dengan tidak melakukan ijab qabul. Sementara itu menurut Jumhur (Al-Kahlani, Sunil Al-Salam) bahwa Jual beli ini tidak disyaratkan ijab qabul.

Orang – orang yang berakad

Perlu Anda tahu bahwa terjadinya jual beli ini tak lain adalah karena ada 2 pihak, yakni bai’ atau sih penjual dan mustari atau sih pembeli. Ini artinya jika tidak ada kedua belah pihak, atau pun hanya ada salah satu dari kedua belah pihak maka tidak akan pernah terjadi jual beli, sebab memang yang demikian tersebut sudah jadi rukun dalam jual beli.

Ma’kud alaih

Dalam rukum jual beli menurut ajaran agama Islam, ma’kud alaih ini merupakan barang – barang yang akan bermanfaat sekali menurut pandangan syara’.

Ada nilai tukar pengganti barang

Yang dimaksudkan di sini adalah dengan sesuatu yang bisa memenuhi 3 syarat sekaligus, yakni bisa menyimpan nilai atau store of value, bisa menilai maupun menghargakan suatu barang atau unit of account, dan terakhir adalah bisa dijadikan sebagai alat tukar atau medium of exchange.

Syarat Jual Beli Menurut Ajaran Agama Islam

Akad (Ijab qabul atau sighat)

· Saling berhadap – hadapan, ini artinya antara sih pembeli dengan sih penjual harus bisa menunjukkan sighat akadnya pada orang yang sedang bertransaksi dengannya, yakni harus sesuai dengan orang yang dituju. Dengan demikian tidak akan sah jika berkata “saya jual kepadamu, atau saya jual kepada Ahmad”, padahal nama sih pembeli bukanlah Ahmad.

· Ditujukan untuk semua badan yang melakukan akad, sehingga tidak akan sah jika berkata “ saya jual barang ini kepada kepala atau pun tangan Anda”.

· Qabul dalam syarat jual beli menurut ajaran agama Islam ini nantinya harus diucapkan oleh seseorang yang dituju dalam ijab. Dimana seseorang yang kan mengucapkan qabul tersebut harus seseorang yang diajak bertransaksi oleh seseorang yang mengucapkan ijab, kecuali apabila diwakilkan.

· Harus atau bisa dibilang wajib menyebutkan barang dan harga.

· Pada saat mengucapkan sighat pastinya juga harus disertai dengan niat.

· Pengucapan ijab dan qabul ini juga harus sempurna. Jadi, apabila seseorang yang sedang bertransasksi tersebut gila sebelum mengucapkan, maka jual beli yang dilakukan tidak sah.

· Ijab qabul sampai kapan pun tidak akan pernah bisa dipisahkan antara ijab dengan qabul, bahkan juga tidak boleh diselingi oleh waktu yang cukup lama yang nanti akan menggambarkan adanya penolakan dari salah satu belah pihak.

· Antara ijab qabul ini juga tidak boleh dipisahkan dengan pernyataan lain.

· Dalam syarat jual beli ini juga tidak boleh berubah lafazh ijab, misalnya saja “saya jual dengan 5 dirham”, lalu berubah menjadi “saya jual dengan 10 dirham”. Padahal barang yang dijual masih sama dengan barang yang pertama dan masih belum terjadi qabul.

Seseorang yang berakad

· Dewasa atau sadar, seseorang yang berakad ini memang harus balig dan berakal, sadar dan bisa memelihara din dan hartanya. Dengan begitu akad anak mumayyiz dianggap tidak sah.

· Tidak melakukan jual beli karena unsur paksaan.

· Dalam ajaran agama Islam, jual beli dianggap tidak sah, jika orang kafir yang beli kitab Al-Quran atau pun beberapa kitab – kitab yang ada kaitannya dengan dinul Islam, seperti hadist, kitab – kitab fiqih maupun membeli budak muslim.

· Syarat jual beli lainnya menurut Islam adalah sih pembeli bukanlah musuh umat Islam, apalagi melakukan jual beli senjata kepada musuh yang nantinya akan digunakan untuk memerangi serta menghancurkan kaum muslimin.

Ma’kud alaih atau barang yang diperjual belikan

· Suci atau halal, sehingga tidak akan sah penjualan beberapa benda – benda yang haram atau pun syubhat.

· Bermanfaat menurut syara’.

· Tidak ditaklikkan, yakni dikait eratkan dengan hal – hal lain, seperti “bila ayahku pergi, maka motor ini akan dijual kepadamu”.

· Tidak dibatasi oleh waktu, seperti “kujual motor ini selama 1 tahun”. Ini artinya jual beli tersebut tidak sah, sebab jual beli adalah salah satu sebab kepemilikan suatu barang atau jasa secara penuh yang pastinya tak akan pernah ada batasan apapun, kecuali ketentuan syara’.

· Bisa diserahkan cepat atau pun lambat. Ini artinya tidak akan pernah sah jika menjual bintang yang sudah lari maupun tidak bisa ditangkap lagi, barang – barang yang sudah hilang, dan barang – barang yang sulit didapatkan kembali, sebab samar – samar, seperti halnya seekor ikan jatuh ke kolam, sehingga tak diketahui lagi keberadaan ikan tersebut secara pasti.

· Barang milik sendiri, sehingga tidak sah jual beli jika barang tersebut adalah milik orang lain atau pun barang yang baru kan jadi pemiliknya.

· Syarat yang terakhir adalah barang yang diperjual belikan juga harus bisa diketahui banyaknya, beratnya, takarannya, atau pun ukuran – ukuran lainnya. Sehingga tidak akan sah jual beli yang menimbulkan keraguan antara kedua belah pihak.

Sehingga tanpa terpenuhinya rukun jual beli dan syarat jual beli dalam ajaran agama Islam, maka transaksi jual beli ini dianggap tidak sah. Perlu Anda tahu bahwa dalam ajaran agama Islam sendiri, rukun dan syarat dari jual beli yang harus diperhatikan diantaranya, adanya penjual dan pembeli, uang, juga barang, serta ikrak jual beli. Adapun ikrar jual beli menurut Islam contohnya saja sih penjual berkata “saya jual motor ini kepadamu dengan harga 4 juta”, lalu sih pembeli menjawab “saya terima motor ini dengan harga tersebut”.

Kitab Jual Beli Islam, Aplikasi Jual Beli Terbaik Menurut Agama Islam

Rukun jual beli menurut ulama Hanafiah sendiri adalah ijab qabul yang menunjukkan pertukaran barang maupun jasa secara ridha, baik itu dilakukan dengan ucapan atau pun perbuatan. Jika dilihat dari segi aspek objeknya, jual beli ini dibedakan jadi 4 macam, diantaranya sebagai berikut.

· Bai’ Al-Muqayyadah. Ini adalah jual beli barang dengan barang yang biasanya disebut dengan jual beli barter.

· Bai’ Al-Muthlaq. Ini adalah jual beli barang dengan barng lainnya secara tangguh atau pun dengan harga secara mutlak.

· Bai’ Al-Sharf. Ini adalah jual beli alat pembayaran dengan yang lain.

· Bai’ Al-Salam. Ini biasanya ditujukan dengan adanya jual beli di dunia maya, misalnya saja jual beli melalui internet, online, atau yan lainnya.

Nah, dalam Kitab Jual Beli yang merupakan salah satu aplikasi jual beli terbaik menurut ajaran agama Islam tersebut nantinya akan memberikan kajian Islam secara lengkap dengan tuntunan Hadist Rasul SAW. Dalam aplikasi tersebut juga diberikan materi pada icon menu untuk menambahkan ilmu serta pengetahuan dalam ruang lingkup Islam, seperti doa – doa Islam, amalan mempercepat datangnya rezeqi, zakat dan cara menghutungnya menurut Islam, kisah sukses, dan amalan Sunnah Rasul.

Kurs Jual Beli yang Harus Anda Tahu

Kurs dalam jual beli ini erat kaitannya dengan tukar – menukar uang asing yang ada di bank maupun yang ada di tempat penukaran uang. Untuk lebih memudahkan Anda dalam memahami kurs jual beli tersebut selalu diartikan lewat sudut pandang bank, bukanlah dari sudut pandang Anda sebagai seseorang yang menukarkan. Kurs adalah harga mata uang dari suatu negara yang dinyatakan dalam mata uang lain. Mudahnya bisa diartikan sebagai berikut ini.

Kurs jual (rupiah – uang asing)

Ini adalah kurs yang umumnya digunakan jika bank atau money changer ingin jual uang asing (valuta asing atau valas) kepada Anda atau pun jika Anda memang ingin menukarkan rupiah dengan uang asing. Bahkan juga bisa diartikan kurs jual ini adalah harga jual mata uang atau valas oleh bank maupun money changer.

Kurs beli (rupiah – uang asing)

Ini adalah kurs yang umumnya digunakan jika pihak bank atau pun money changer ingin beli uang asing dari Anda maupun bila Anda memang ingin menukarkan uang asing dengan rupiah. Bahkan juga bisa diartikan sebagai kurs yang sudah diberlakukan bank jika melakukan pembelian mata uang asing atau pun valas.

Terlepas dari kurs jual beli tersebut, perlu Anda ingat bahwa jual beli yang sah atau shahih ini adalah jual beli yang memenuhi ketentuan syara’, baik itu rukun jual beli atau syarat jual belinya. Sementara itu jual beli yang tidak sah adalah jual beli yang tidak bisa penuhi salah satu syarat serta rukun jual beli, sehingga jual beli jadi rusak atau batal.

Nah, itulah detail informasi tentang jual beli menurut ajaran agama Islam yang bisa kami informasikan. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Inilah Detail Informasi Tentang Jual Beli Menurut Ajaran Agama Islam"

Post a Comment

Tag

AC (3) Acer (13) Advance (1) Agen Pulsa (1) Aksesoris (7) Aksesoris HP (1) Aksesoris Kamera (2) Alat Mobil (1) Alat Motor (4) Alat Musik (3) Alat Pemadam Kebakaran (1) Android (53) Andromax (1) Artikel (2) Asus (7) Axioo (3) Baju (5) Batu Cincin (1) Batu Giok (1) Beat (1) Behel (1) Bisnis (6) Bisnis Online (3) Blackberry (3) Blog (1) Buah (1) Byson (1) Celana (2) Changer (1) Dangkot (1) Desain (1) Dispenser (1) Distro (1) Dokumentasi (1) Donat (1) DVD (1) Elektronik (11) Fashion (6) Food Tuck (1) Gadget (27) Game (3) Game Online (2) Gantungan Jilbab (1) Gantungan Kunci (1) Gantungan Tas (1) Gembok (1) Genset (1) Gitar (2) Glansie (1) Gopro (1) Hardisk (1) Headset bluetooth (1) Helm (6) Hewan (1) Hobi dan Olahraga (3) HP (10) Instalasi (3) Iphone (27) Jaket (2) Jam Tangan (6) Jasa (23) Jersey (1) Jupiter (1) Jupiter Z (1) Kamera (5) Karpet (1) Kartu Halo (3) Kartu Perdana (6) Kasur (1) Kavling (1) Kawasaki (1) Kebun (1) Kendaraan (5) Keperluan Pribadi (9) Kereta Bayi (1) Kipas Angin (1) Knalpot (1) Kontrakan (6) Korek (1) Kosmetik (1) Kost (8) Kredit (3) Kredit Motor (2) Kucing Persia (1) Kue (4) Kuliner (11) Kulkas (1) KYT (1) Laptop (44) Lenovo (6) Lukis (2) Madu (2) Mainan (2) Makanan (4) Matic (1) Mesin Cuci (1) Meubel (1) Miniatur (1) Mixer (1) Mobil (19) Modem (1) Motor (51) Nokia (1) Notebook (6) Oppo (10) Oven (1) Pakaian Olahraga (1) Pancake (1) Pasta Gigi (1) PC (3) Peliharaan (1) Perabot (1) Perhiasan (1) Perlengkapan Bayi (1) Print (2) Promo (3) Property (3) PS3 (10) Rental (3) Ruko (3) Rumah (16) RX King (2) Samsung (33) Satria (5) Scooter (1) Sepatu (8) Sepeda (3) Serba Serbi (28) Service (3) Sony (7) Sony Vaio (2) Speaker (3) Springbad (2) Stiker (1) Susu Belut (2) Sweater (1) Table (3) Tanah (4) Tas (2) Toshiba (6) Toyota (1) TV (3) Ukulele (1) Vapor (1) VGA (1) Vivo (1) Voucher (1) Website (1) Wifi (4) Xiaomi (11) Yataphone (1) Zebra (1)